Selasa, 25 Desember 2012

SEJARAH PUTROE NENG (PUTROE NENG HISTORY)


NIAN NIO LIAN KHI merupakan komandan perang dari china budha, beliau seorang perempuan yang telah dikalahkan oleh pasukan meurah johan seorang ulama yang berasal dari kerajaan pereulak yang pada saat itu mereka berada di indra purba yang bercocok tanam di daerah maprai(daerah sibreh sekarang) dan mereka membuka kebun lada dan merica pada saat itu setelah dikalahkan, jenderal NIAN NIO LIAN KHI masuk islam dan digelar dengan namanya yaitu PUTROE NENG
KEKALAHAN dalam peperangan di Kuta Lingke telah mengubah sejarah hidup Putroe Neng, perempuan cantik dari Negeri Tiongkok. Dari seorang maharani yang ingin menyatukan sejumlah kerajaan di Pulau Ruja, ia malah menjadi permaisuri dalam sebuah pernikahan politis. Pendiri Kerajaan Darud Donya Aceh Darussalam, Sultan Meurah Johan, menjadi suami pertama Putroe Neng yang kemudian juga menjadi lelaki pertama yang meninggal di malam pertama. Tubuh Sultan Meurah Johan ditemukan membiru setelah melewati percintaan malam pertama yang selesai dalam waktu begitu cepat. Menikahi Putroe Neng yang cantik jelita merupakan sebuah kebanggaan bagi banyak lelaki bangsawan. Kebanggaan itu sering dilampiaskan dalam kalimat, “Nanti malam aku akan tidur dengan Putroe Neng.” Namun, hampir tidak ada lelaki yang berhasil mengatakan, “Tadi malam aku tidur dengan Putroe Neng.” Malam pertama selalu menjadi malam terakhir bagi 99 lelaki yang menjadi suami Putroe Neng.

Putroe Neng dan Kematian 99 Suaminya
SEBAGIAN masyarakat Aceh mendengar kisah Putroe Neng dari penuturan orang tua. Konon Putroe Neng memiliki 100 suami dari kalangan bangsawan Aceh. Setiap suami meninggal pada malam pertama ketika mereka bercinta, karena alat kewanitaan Putroe Neng mengandung racun. Kematian demi kematian tidak menyurutkan niat para lelaki untuk memperistri perempuan itu. Padahal, tidak mudah bagi Putroe Neng untuk menerima pinangan setiap lelaki. Ia memberikan syarat berat seperti mahar yang tinggi atau pembagian wilayah kekuasaan (Ali Akbar, 1990).
Suami terakhir Putroe Neng adalah Syekh Syiah Hudam yang selamat melewati malam pertama dan malam-malam berikutnya. Ia adalah suami ke-100 dari perempuan cantik bermata sipit tersebut. Sebelum bercinta dengan Putroe Neng, Syiah Hudam berhasil mengeluarkan bisa dari alat genital Putroe Neng. Racun tersebut dimasukkan ke dalam bambu dan dipotong menjadi dua bagian. "Satu bagian dibuang ke laut, dan bagian lainnya dibuang ke gunung," tutur penjaga makam Putroe Neng, Cut Hasan.
Konon, Syiah Hudam memiliki mantra penawar racun sehingga ia bisa selamat. Setelah racun tersebut keluar, cahaya kecantikan Putroe Neng meredup. Sampai kematiannya, dia tidak mempunyai keturunan. Sulit mencari referensi tentang Putroe Neng. Sejumlah buku menyebutkan dia bernama asli Nian Nio Liang Khie, seorang laksamana dari China yang datang ke Sumatera untuk menguasai sejumlah kerajaan. Bersama pasukannya, ia berhasil menguasai tiga kerajaan kecil; Indra Patra, Indra Jaya, dan Indra Puri yang kini masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Beberapa benteng bekas ketiga kerajaan tersebut masih ada di Aceh Besar sampai sekarang.
Namun, Laksamana Nian Nio kalah ketika hendak menaklukkan Kerajaan Indra Purba yang meminta bantuan kepada Kerajaan Peureulak. Bantuan yang diberikan Kerajaan Peureulak adalah pengiriman tentara yang tergabung dalam Laskar Syiah Hudam pimpinan Syekh Abdullah Kana'an. Jadi, Syiah Hudam sesungguhnya adalah nama angkatan perang yang menjadi nama populer Abdullah Kana'an. Merujuk sejarah, pengiriman bala bantuan itu terjadi pada 1180 Masehi. Bisa disimpulkan pada masa itulah Putroe Neng hidup, tetapi tak diketahui pasti kapan meninggal dan bagaimana sejarahnya sampai makamnya terdapat di Desa Blang Pulo, Lhokseumawe.
Meski tak bisa menunjukkan makamnya, di mata Cut Hasan kematian 99 suami Putroe Neng bukanlah mitos. Ia mengaku mengalami beberapa hal gaib selama menjadi penjaga makam. Ia bermimpi berjumpa dengan Putroe Neng dan dalam mimpi itu diberikan dua keping emas. Paginya, Cut Hasan benar-benar menemukan dua keping emas berbentuk jajaran genjang dengan ukiran di setiap sisinya. Satu keping dipinjam seorang peneliti dan belum dikembalikan. Sementara satu keping lagi masih disimpannya sampai sekarang.
Menurut budayawan Aceh, Syamsuddin Djalil alias Ayah Panton, kisah kematian 99 suami hanya legenda meski nama Putroe Neng memang ada. Menurutnya, kematian itu adalah tamsilan bahwa Putroe Neng sudah membunuh 99 lelaki dalam peperangan di Aceh.
"Sulit ditelusuri dari mana muncul kisah tentang kemaluan Putroe Neng mengandung racun," ujar Syamsuddin Jalil saat ditemui di rumahnya di Kota Pantonlabu, Aceh Utara.
Makam Putroe Neng yang terletak di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh (trans-Sumatera), memang sarat dengan kisah gaib. Misalnya, ada kisah seorang guru SMA yang meninggal setelah mengambil foto di makam tersebut. Ada juga yang mengaku melihat siluet putih dalam foto tersebut atau foto yang diambil tidak memperlihatkan gambar apa pun. Sayangnya, berbagai kisah gaib itu, plus legenda kematian 99 suami Putroe Neng pada malam pertama, tidak menjadikan makam tersebut menjadi lokasi wisata religi sebagaimana makam Sultan Malikussaleh di Desa Beuringen Kecamata Samudera, Aceh Utara. Sekitar 200 meter arah selatan makam Putroe Neng, terdapat makam suami ke-100, Syiah Hudam yang terletak di atas bukit perbukitan. Jalan menuju Makam Syiah Hudam sangat tersembunyi, sehingga pengunjung harus bertanya kepada masyarakat setempat karena tidak ada penunjuk jalan.






Putroe Neng
Nian NIO LIAN KHI is a warlord from china Buddha, and was a woman who had been defeated by the forces johan Meurah a scholar who came from royal pereulak that at the time they were in the ancient sense of farming in the area maprai (Sibreh area now) and they pepper and pepper gardens open at the time after being defeated, General Nian NIO LIAN KHI to Islam and his name is held by Putroe NENG
            DEFEAT in Kuta Lingke war has changed the life history Putroe Neng, a beautiful woman from the land of China.
From a maharani who want to bring together a number of kingdoms on the island Ruja, he instead became empress in a political marriage. Donya Darud founder of Aceh Darussalam, Sultan Meurah Johan, became the first husband Putroe Neng who later also became the first man who died on the first night. Sultan's body was found Johan Meurah blue after passing through the first night romance completed in time so quickly. Marry a beautiful girl Putroe Neng is a pride for many noble men. The pride that often acted in the phrase, "Tonight I will sleep with Putroe Neng." However, almost no man who managed to say, "Last night I slept with Putroe Neng." First night is always a last night to the 99 men who became husband Putroe Neng
.
Putroe Neng and Death 99 Husband
SOME people of Aceh to hear the story from the narrative Putroe Neng parents. That said Putroe Neng had 100 husbands of aristocratic Aceh. Every husband died on the first night when they made love, as they contain toxins Neng Putroe femininity. Death for death does not deter the man to marry her. In fact, it is not easy for Putroe Neng every man to accept the proposal. He gives severe conditions such as high dowries or division of power (Ali Akbar, 1990).
Putroe Neng last husband was Sheikh Shiite Hudam who survived the first night and subsequent nights. He is a husband to a beautiful woman-100 from the slanted eyes. Before having sex with Putroe Neng, Shia Hudam managed to get out of the genitals Putroe Neng. The poison put in bamboo and cut into two parts. "One part thrown into the sea, and the other thrown into the mountain," said Neng Putroe tomb guard, Cut Hasan.
That said, Shiite Hudam have the antidote spell so he could survive. Once the toxins are out, the light dims Neng Putroe beauty. Until his death, he had no offspring. Difficult to find references about Putroe Neng. Some books say she's real name Nio Liang Nian Khie, an admiral of the Chinese who came to Sumatra to master a number of kingdoms. With his troops, he had mastered the three kingdoms; Indra Patra, Indra Jaya, and Indra Puri are now in the territory of Aceh Besar district. Some third former royal citadel is still in Aceh Besar until now.
However, Admiral Nian Nio lost when trying to conquer the kingdom of Indra Purba requesting assistance to the Kingdom Peureulak. Assistance provided Peureulak kingdom was sending troops joined the Army Shi'ite leader Sheikh Abdullah Hudam Kana'an. So, actually the name of the Shiite Hudam army that became a popular name Abdullah Kana'an. Referring to history, sending reinforcements occurred in 1180 AD. It could be concluded at this time that Putroe Neng life, but it is not known exactly when it died, and how there is a history to the grave in the village of Blang Pulo, Lhokseumawe.
Although I can not show his tomb, in the eyes of Cut Hasan husband's death 99 Putroe Neng is not a myth. He claimed to have some magical things for a tomb guard. He dreamed met Putroe Neng and the dream was given two pieces of gold. The next morning, Cut Hasan actually found two parallelogram-shaped gold pieces with carvings on each side. The pieces borrowed a researcher and has not returned. While one piece again was kept until now.
According Acehnese cultural, Djalil Shamsuddin alias Father Panton, the story of the death of her husband 99 only legend though Putroe Neng name exists. According to him, it is the image of death that Putroe Neng had killed 99 men in the Aceh war.
"It's hard traced from which emerged the story of pubic Putroe Neng toxic," said Shamsuddin Jalil when met at his house in the city Pantonlabu, North Aceh.
Neng Putroe tomb located on the edge of Jalan Medan-Banda Aceh (trans-Sumatra), is loaded with magical stories. For example, there is the story of a high school teacher who died after taking the picture in the tomb. There is also a claim to see a white silhouette in the photo or photos taken does not show any images. Unfortunately, supernatural stories, plus legend's death 99 Putroe Neng husband on the first night, did not make the tomb as the site of the tomb of Sultan religious tourism Malikussaleh Beuringen Kecamata Ocean Village, North Aceh. Approximately 200 meters south of the tomb Putroe Neng, there is the tomb husband to-100, Shia Hudam located on a hill hills. The road to the Tomb of Shia Hudam very hidden, so visitors should ask the local people because there is no guide.

0 komentar:

Poskan Komentar